Di sebuah kota hiduplah
sepasang kakak adik kembar yang hidup bahagia bersama dengan kedua orang
tuannya. Mereka memiliki rupa yang mirip satu sama lain. Cantik dan manis,
begitu kata orang-orang yang bertemu dengan mereka. Tetapi, meskipun mereka
memiliki rupa yang mirip, kakak adik tersebut mempunyai sifat yang berbeda.
Sang kakak adalah anak yang rendah hati, penyabar, dan juga pengertian.
Sementara sang adik adalah anak yang sombong, mudah emosi, dan tidak mau tau
terhadap orang lain.
Seperti saat disekolah,
ketika mereka menggunakan pita rambut baru, sang adik langsung memamerkan
pitanyanya ke teman-teman sekelas. Saat salah satu temannya menegurnya, ia
tidak terima dan langsung mengejek teman yang menegurnya. Beda dengan kakaknya,
ia tidak pernah memamerkan barang baru yang ia pakai. Itulah mengapa banyak
yang tidak mau bermain dengan sang adik
dan memilih untuk bermain dengan sang kakak.
Suatu saat, ketika jam
istirahat di sekolah sang adik merasa bosan lalu ia mengajak salah satu
temannya di kelas untuk bermain di taman, tetapi temannya menolak. Ia mencoba
mengajak beberapa temannya yang lain untuk bermain, tetapi mereka juga menolak.
Sang adik memutuskan ke kelas sebelah dimana kakaknya berada, ia mengajak
kakaknya bermain, dan akhirnya mereka bermain berdua.
Saat pulang sekolah, sang
adik terlihat murung. Kakaknya pun bertanya, “Dek, kamu kenapa murung?”, tanya
sang kakak. Adiknya hanya merespon dengan gelengan kepala. Ketika sore hari
mereka makan malam bersama dengan kedua orang tuannya. Setelah makan, sang ibu
menyadari anak bungsunya terlihat murung saat makan malam. Sang ibu pun
menghampiri anak bungsunya dan bertanya.
“Nak, kamu kenapa? Apa
ada masalah di sekolah?”
“Aku bingung bu, kenapa
teman-teman di sekolah tidak ada yang mau bermain denganku tetapi mau bermain
dengan kakak”, jawab sang anak. Sebelum itu, sang kakak pernah bercerita
tentang adiknya di sekolah ke ibunya. Tetapi sang ibu menunggu sang adik untuk
menyesal dan bercerita kepada sang ibu.
“Nak, apa kamu tau
perumpamaan tentang sebuah botol dan isinya?”. Sang anak hanya menggeleng.
“sebuah botol kaca jika
diisi air mineral, maka harganya berkisar 2-5 ribuan, jika diisi jus buah, maka
harganya 10 ribuan, jika diisi madu, harganya 100 ribuan, bahkan jika diisi
minyak wangi harganya bisa jutaan. Namun bayangkan jika botol tersebut diisi
dengan air got, maka botol tersebut menjadi tidak berharga dan orang-orang akan
segera membuangnya ke tong sampah. Semewah apapun botol jika isinya adalah air
kotor, botol tersebut tidak akan ada harganya. Sama seperti manusia, meskipun
kita memiliki fisik yang sempurna tetapi mempunyai sifat yang buruk maka nilai
kita menjadi rendah di mata orang lain.” Jelas sang ibu terhdap anaknya.
Setelah mendengar
perumpaan yang disampaikan oleh ibunya, sang adikpun menyadari bahwa
teman-temannya tidak mau bermain dengannya karena mereka tidak suka dengan
perilaku buruknya selama ini.
“Ah, sekarang aku
mengerti bu mengapa teman-temanku tidak mau bermain denganku dan hanya mau
bermain dengan kakak.”
“Baguslah kalau kamu
sudah menyadari kesalahanmu, ibu harap kamu merubah sikapmu menjadi lebih baik,
dengan begitu teman-temanmu pasti juga mau bermain bersama-sama denganmu.
Jangan lupa minta maaf kepada teman yang sudah kamu sakiti perasaannya.”
“ Baik bu, aku akan
meminta maaf kepada mereka besok saat di sekolah, terima kasih ibu karena sudah
menyadarkanku.”
“sama-sama nak.” Balas
sang ibu sembari memeluk anak bungsunya itu.
Teman-teman, fisik
sempurna yang kita miliki mungkin bisa membuat orang lain terpikat. Namun fisik
yang sempurna bisa menjadi biasa saja jika kita memiliki karakter yang buruk.
Sama halnya dengan sebuah botol kaca yang mewah, jika isinya adalah air got
maka botol tersebut tidak akan memiliki harga dan semua orang pasti akan
membuangnya ke tong sampah.
Komentar
Posting Komentar